oleh

Debat Terbuka Cakada Bengkulu Selatan Putaran II Menjadi Perbincangan Masyarakat

Kemajuan Rakyat, Bengkulu Selatan

Debat terbuka yang dilaksanakan oleh KPU dan Bawaslu Bengkulu Selatan yang dilaksanakan pada Selasa malam tanggal 24/11 yang dimulai pukul 20.00 wib hingga selesai beberapa hari yang lalu tengah menjadi topik pembicaraan hangat ditengah masyarakat Bengkulu Selatan.

Dimana selain dari pada Pemahaman Visi dan Misi para paslon bupati dan wakil Bupati, masyarakat juga semakin lebih mengenal daripada gaya dan karakter masing masing calon pemimpin Bengkulu Selatan kedepan dari cara merespon tanya jawan lawan paslon lainnya ketika diatas podium.

Namun ada hal hal yang cukup unik dan menarik yang menjadi respon dan sorotan masyarakat pada sesi tanya jawab para calon.

Yakni ketika paslon nomor urut 2 bertanya kepada paslon nomor urut 3 (Sebagai Petahana) dalam kontestasi Pilkada Bengkulu Selatan.

Dimana Paslon nomor urut 2 mempertanyakan terkait realisasi anggaran dana masker yang dengan nilai angka yang cukup fantastik dan sebab terjadinya pemblokiran SAPK (System Aplikasi Pelayanan Kepegawaian) yang bedampak kepada ratusan ASN dilingkungan Pemerintahan Daerah Bengkulu Selatan.

Hingga sesi acara berakhir Paslon no urut 3 dinilai tidak memberikan jawaban yang transparan terkait subtansi pertanyaan paslon nomor urut 2, sehingga menjadi sorotan dan pertanyaan banyak pihak.

Karena menurut keterangan salah seorang warga masyarakat yang enggan disebutkan identitasnya, bilamana benar adanya sebegitu besar dana masker, penggunaannya kemana? karena banyak masyarakat termasuk saya sendiri merasa tidak pernah menerima pembagian masker dari pemerintah daerah ujar nasarumber.

Dan menjadi perbincangan lain adalah ketika paslon nomor urut 3 bertanya kepada paslon nomor urut 4 terkait strategi Stunting.

Dimana nomor paslon nomor urut 4 tidak menjawab definisi stunting dan diuraikan secara detail, melainkan langsung kepada inovasi dan gagasan program yang diyakini sebagai mampu sebagai penunjang untuk antisipasi mengatasi stunting (kekurang asupan gizi pada anak sesuai dengan kebutuhan gizi).

Yakni dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat disemua sektor baik perikanan,perdagangan dan aspek lainnya yang bertujuan membangkitkan kekuatan ekonomi masyarakat.

Nofredi Herawan salah seorang tim pemenangan Nomor urut 4 (Ibu Hj,Dewi Sartika (wah rika) sekaligus warga masyarakat Bengkulu Selatan kepada media menjelaskan saat ini yang kita butuhkan bukan perdebatan definisi stunting tapi adalah gagasan program yang produktif kedepan.

Apalagi prihal stunting, kalo definisi stunting tinggal buka handphone juga langsung tahu kok dan ini pun sudah menjadi program pusat yang melibatkan puluhan kementrian/Lembaga.

Pemerintahan daerah hanya perlu menjalankan secara maksimal programnya juklak juknisnya sudah diatur.

Dan permasalahannya adalah sudah sedemikian bagusnya program pemerintahan pusat namun di Bengkulu Selatan ini masih banyak kasus anak anak yang mengalami kekurangan gizi ini ada apa dan mengapa?

Yang sekarang dibutuhkan adalah gagasan gagasan pemerintah daerah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan secara langsung akan menjadi penopang permasalahan yang ada.

Dimana ketika orang tuanya sejahtera mereka tidak risau lagi memikirkan biaya untuk pemenuhan gizi anak.

Dan masalah kesejahteraan itu sangat penting dengan kecerdasan Ibu Hj.Dewi Sartika (wah Rika), dalam sebuah tanya jawab dengan durasi waktu yang sangat terbatas, beliau langsung memaparkan gagasan cemerlangnya yang menjadi kebutuhan masyarakat Bengkulu Selatan saat ini.

Pemahaman beliau tentang kondisi kesejahteraan anak dan warga masyarakat Bengkulu Selatan secara luas sudah sangat jauh kedepan.

Dan masalah kesejahteraan ini adalah program prioritas beliau kedepan insyaAllah jika terpilih memimpin Bengkulu Selatan lima tahun kedepan selain daripada menyelesaikan sekian banyak permasalahan yang harus cepat diselesaikan,

Tidak ada lagi keluhan orang tua buat biaya pendidikan anak, bantuan jenis BLT tidak tertunda tunda dan tepat waktu, tidak ada lagi penolakan rumah sakit kepada masyarakat dalam permasalahan penyakit apapun dan keluhan keluhan masyarakat di Bengkulu Selatan ini ujar Fredi sapaan akrabnya.

Dan juga menjadi sorotan sosok aktivis muda pengiat anti Korupsi yang namanya sudah cukup familiar di beberapa daerah pulau jawa yakni Jakarta, Bekasi hingga Karawang, DEDI RAHMADI (sebagai Putra Daerah Bengkulu Selatan) juga memberikan tanggapan ketika dihubungi awak media via komunikasi whatsapp.

Kontestasi Pilkada Bengkulu Selatan ini sangat diharapkan melahirkan sosok pemimpin yang memenuhi kebutuhan masyarakat Bengkulu Selatan serta mampu menguraikan banyaknya permasalahan yang ada.

Mulai dari restorasi (Pemulihan) tatanan birokrasi pemerintahan dalam penempatan jabatan ASN.

Dengan diblokirnya SAPK Bengkulu Selatan oleh BKN (Badan kepegawaian Nasional) yang berdampak buruk kepada banyaknya ASN dalam lingkaran pemda Bengkulu Selatan, ini persoalan yang serius dan harus segera dituntaskan karena bukan cuma berdampak kepada Citra Pemerintahan Daerah.

Namun juga kepada tatanan kehidupan masyarakat dimana ASN adalah motor dari terlayani dengan baik atau tidaknya masyarakat.

Tentunya dalam kebijakan pemerintahan daerah kepada penempatan jabatan ASN harus benar benar teliti, harus linear (berbanding lurus atau sejalan dengan hukum dan perundang undangan) biar tidak lagi terjadi pemblokiran seperti ini.

Masalah transparansi dan akutanbel dalam tata kelola keuangan pemerintahan itu sangat penting.

Selain dari pada menjalankan amanah perundang undangan juga bagian dari upaya pencerdasan masyarakat toh buktinya kita masyarakat juga baru tahu kalo ada dana masker yang cukup besar jelas Bang Dedi sapaan akrabnya.

Dedi menambahkan segala polemik yang ada sekarang ini harus menjadi evaluasi dan pembelajaran yang terpilih nantinya memimpin Bengkulu Selatan  5 tahun kedepan.

Otonomi Daerah adalah kewenangan seorang kepala daerah untuk mengelola dan memaksimalkan potensi daerahnya.

Selain daripada Bantuan/Program Pemerintahan Pusat, Kepala Daerah harus mampu memaksimalkan Potensi Daerah dari semua sektor untuk untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dimana tentunya akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Bengkulu Selatan harus sejahtera dan mandiri semua sektor harus ditingkatkan potensinya,dan masyarakat harus dilayani dengan prima.

Dari potensi sektor destinasi kepariwisataan kita sangat luar biasa, ada puluhan obyek wisata yang seyogianya mampu menjadi promosi daerah skala nasional hingga internasional.

Sehingga akan memicu antusiasme pengunjung luar daerah ke Bengkulu Selatan untuk jelajah kekayaan obyek pariwisatanya baik kolam renangnya, goa, air mancur dan beberapa obyek wisatanya dan para pelaku usaha kuliner dan perhotelan pasti sangat terbantu usahanya.

Harapannya kedepan Bengkulu Selatan lebih Maju dan Mandiri tambah Bang Dedi. (Usup supriyatna).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed