Kabupaten Bekasi, Kemajuanrakyat.id – Bertempat di aula rapat Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, yayasan Swadaya Petani Indonesia (SPI), mengadakan audiens yang di hadiri selain Kepala Dinas Pertanian, H. Abdillah Majid, beserta jajarannya, juga turut hadir Hj. Ani Rukmini, Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bekasi, yang juga menjadi fasilitator acara tersebut, Selasa (25/2/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bu Ani, panggilan akrab Ani Rukmini, kembali menegaskan, ingin mengembalikan Marwah Kabupaten Bekasi, sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat. “Tentunya keinginan kita, untuk mengembalikan Marwah Kabupaten Bekasi, sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, akan bisa terwujud, jika saling support dan memberi dukungan pada semua yang memiliki ide ataupun konsep untuk meningkatkan hasil panen, seperti yang saat ini di lakukan teman-teman SPI. Hasil yang akan di raih 10-12 ton/hektar, adalah hal yang luar biasa, ini yang harus kita dukung. Setelah dipaparkan konsepnya bagus dan logis atau tidak, maka selanjutnya silahkan dari dinas pertanian, bisa mensupport atau mengadakan kerjasamanya seperti apa,” papar Bu Ani dalam sambutannya.
Adapun pemaparan konsep SPI, langsung di sampaikan oleh ketua umum SPI, Kang Adytia, pemilik akun tiktok praktisi.ora umum, yang viral di medsos. “Metode yang di gunakan di SPI, sangat mudah. Kita menggunakan 3 cara :
1. Restorasi tanah atau pengolahan lahan.
2. Pemupukan yang seimbang antara unsur Makro dan Mikro
3. Peningkatan imunitas tanaman.
Jika 3 cara ini, dilakukan para petani, diluar takdir, kondisi alam atau wabah yang masif, maka kami menjamin 99% hasil panen akan ada kenaikan 3-4 ton,” urai Adytia.
“Saya sangat mendukung SPI dengan konsepnya yang bagus dan masuk akal. Ilmu pengolahan lahan dan pemupukan seimbang. Ini hal baik, dengan memberikan edukasi pada para petani, secara masif, maka proses penyampaian informasi secara umum akan lebih cepat. Untuk selanjutnya silahkan teman-teman SPI bisa kordinasi dengan jajaran di dinas pertanian, bentuk sinerginya seperti apa. Seperti ikut turun saat melakukan pembinaan ke wilbin atau Kecamatan-Kecamatan.” Penyampaian optimisme dari Kepala Dinas Pertanian, H. Abdillah Majid, dalam sambutannya
Jika sebelumnya SPI Bekasi, bergerak menemui dan mengedukasi para petani dengan bergerilya, mendatangi basis-basis pertanian langsung ke lapangan. Dari hasil edukasi dan sebagian petani binaan sudah menerapkan konsep SPI, dalam waktu dekat, akan terlihat buktinya, ada petani di Kabupaten Bekasi yang hasil panennya bisa mencapai 10-12 ton/hektar. “Di Kecamatan Pebayuran, ada masyarakat yang pertama kali menggunakan metode SPI, luas lahannya 7 hektar, akan panen di pertengahan bulan puasa, dari perkembangannya padinya, kita optimis 10-12 ton/hektar akan tembus di Bekasi,” ungkap Mohammad Romli, Kordinator SPI Bekasi.
“Kami ucapkan terimakasih atas dukungan yang luar biasa baik dari Wakil rakyat dalam hal ini Ketua Komisi 2, Bu Hj. Ani Rukmini utamanya juga dari Orang tua kami di Dinas Pertanian, Pak H. Abdillah Majid beserta jajarannya. Kami yakin dengan dukungan dari semua pihak, para Petani di Kabupaten Bekasi, akan lebih sejahtera dengan peningkatan hasil panen yang maksimal. Setelah pertemuan ini, dengan bekerjasama semua pihak, kita akan lebih masif memberikan edukasi ke masyarakat,’ tambah Bang Iyom, panggilan akrab Mohammad Romli.
(Di)
Komentar